03 Januari 2009

Jarak Ideal Usia Calon Istri

SURVEI yang dilakukan CHIC terhadap 50 pria berusia 25 sampai 35 tahun menunjukkan, 65 persen pria memilih perempuan yang berusia 5 tahun lebih muda untuk dijadikan pasangan. Sementara itu, sebanyak 25 persen pria memilih perempuan berusia 2-3 tahun lebih muda sebagai pasangan. Sisanya, memilih perempuan seumur dan 10 tahun lebih muda.

Apa yang menjadi alasan mereka? Para pria yang memilih pasangan lebih muda lima tahun memberikan tiga alasan atas pilihan mereka, yaitu:

1. Kedewasaan
Sebagian pria ini menganggap pertumbuhan psikologis perempuan lebih cepat tiga tahun sehingga mereka cenderung memilih pasangan yang berusia lima tahun lebih muda. Para pria berharap dengan usia yang lebih tua lima tahun, mereka bisa menjadi sosok yang lebih dewasa daripada pasangannya, baik dalam cara berpikir maupun tingkah laku. Dengan begitu, mereka bisa mengayomi pasangannya dan menjadi sosok yang dapat diandalkan.

2. Lebih Mapan
Finansial menjadi faktor penting yang jadi perhatian para pria. Faktor inilah yang terkadang jadi penyebab keengganan mereka berkomitmen. Mereka menganggap usia yang jauh lebih tua membuat karier mereka telah berada di posisi lebih mapan dibandingkan dengan pasangannya. Asumsinya, jika mereka telah merintis karier, pasangannya baru mulai menapaki dunia karier.

3. Tidak Egois
Perbedaan usia yang tidak terlalu dekat membuat pria bisa bersikap lebih bijaksana. Tak lagi hanya mementingkan ego semata, tetapi lebih mengandalkan kompromi dan pikiran dingin dalam menyelesaikan setiap masalah. Para pria ini menganggap perbedaan usia lima tahun membuat mereka bisa jadi pendengar yang baik dan bersikap responsif atas keinginan pasangan.

Sementara itu, pria yang memilih pasangan lebih muda 2-3 tahun, mempertimbangkan dua hal berikut:

Tak Terlampau Jauh
Dua sampai tiga tahun adalah jarak usia yang tepat bagi sebagian pria. Sebab, dengan perbedaan usia yang tak terlampau jauh, mereka tidak merasa sok tua dan beda dunia. Pengalaman hidup pasangan tak akan jauh beda dengan mereka karena pasangan dan dirinya berada dalam generasi yang sama.

Tak Ada Gap Komunikasi
Menurut pria, perbedaan usia yang tak terlampau jauh membuat komunikasi antara dia dan pasangannya akan berjalan lancar. Segala hal dapat didiskusikan bersama dalam satu frame. Begitupun saat menghadapi masalah dalam rumah tangga, dia dan pasangannya dapat berbicara dalam bahasa yang sama sehingga kecil kemungkinan terjadi salah paham.

Bagaimana dengan pria yang memilih pasangan yang seusia? Mereka menganggap, dengan usia yang sama mereka akan lebih mudah saling memahami karena berada dalam lingkungan pergaulan yang sama. Selain itu, hubungan seusia juga membuat dia dan pasangannya terlihat sangat kompak layaknya sahabat. Sebab, biasanya pasangan seusia memiliki ketertarikan yang sama.

sumber: Bestari Kumala Dewi - kompas.com

Mitos vs Fakta Seputar Bibir


Punya bibir segar, lembut, dan cantik tentu tak masalah mengoleskan lipstik jenis apa pun. Namun, bagaimana dengan bibir bermasalah alias tak terawat? Nah, agar tak salah memperlakukan bibir, ada baiknya, kenali dulu mitos dan fakta seputar bibir di bawah ini.

* Mitos: Lipstik untuk perawatan atau dikenal dengan produk lip care (lip balm, lip conditioner, lip defense) beraroma buah atau permen dapat menyebabkan bibir kering dan pecah-pecah.
* Fakta: Aroma dihasilkan oleh kandungan fragrance atau flavour (perasa atau pewangi) sebagai unsur tambahan. Bila cukup mengandung pelembab (vitamin E) dan UV protection (tabir surya), produk ini relatif aman digunakan.

* Mitos: Terlalu sering menggunakan lipstik matte dapat menyebabkan bibir kering.
* Fakta: Bibir tidak memiliki kelejar lemak, namun banyak mengandung melanin atau zat pigmen yang peka terhadap sinar matahari. Umumnya lipstik matte hanya sedikit mengandung minyak pada bahan pelarutnya, bahkan tidak mengandung air. Jadi, penggunaan yang terlalu sering, rentan menyebabkan bibir tak terlindung dan menjadi kering.

* Mitos: Kebiasaan membasahi atau menjilati bibir membuat bibir senantiasa lembab.
* Fakta: Air liur yang mengandung kelenjar dan enzim tertentu justru dapat mengiritasi kulit terluar bibir yang tipis. Akibatnya, bibir justru akan bertambah kering.

* Mitos: Menambah olesan lipstik secara berulang, selain hemat, juga praktis.
* Fakta: Sebaiknya bibir dibersihkan terlebih dahulu sebelum memoles lipstik yang baru, terlebih jika rentang waktunya cukup lama. Mungkin saja, olesan awal tadi sudah tercemar di udara, bercampur debu bahkan sisa makanan yang menempel di bibir. Hal ini menyebabkan timbunan bakteri yang juga dapat mencermari stik lipstik Anda.

* Mitos: Mengoleskan madu sebelum tidur menjadikan bibir tambah lembab dan sehat.
* Fakta: Dari generasi ke generasi, banyak wanita yang memercayakan perawatan bibir mereka dengan madu lebah murni. Cairan madu mengandung kadar gula murni yang dapat memberikan nutrisi pada bibir dan menggantikan fungsi lip balm yang melembabkan. Apalagi jika Anda berada di tempat bersuhu dingin atau panas. Cara lain, masker parutan buah alpukat, lidah buaya atau wortel dapat dibubuhkan minimal dua kali seminggu.

* Mitos: Warna lipstik yang baik adalah yang sesuai warna kulit dan pakaian yang dikenakan.
* Fakta: Berganti warna lipstik atau menyesuaikan dengan busana, semata untuk memberi kesan beda dan serasi pada penampilan Anda. Rajin memadukan banyak warna dapat melatih kepekaan menemukan warna lipstik yang paling cocok untuk bibir Anda.

* Mitos: Membersihkan bibir dengan facial scrub, masker wajah atau produk peeling lainnya, selain mengangkat sel kulit mati, juga praktis dikenakan saat membersihkan muka.
* Fakta: Produk pembersih wajah mengandung zat pembersih aktif, cairan busa yang kuat serta butiran scrub yang lebih besar dan kasar. Ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit bibir yang halus. Jadi, gunakan hanya lip scrub khusus bibir.

sumber: Eveline Sibarani - kompas.com

Berpikir Soal Seks? Hati-hati Bersin!
Amelia Ayu Kinanti - detikhot

Gambar
Jakarta Seks dan bersin adalah dua hal yang sangat berbeda dan sekilas tidak berhubungan. Namun menurut penelitian, saat seseorang memikirkan seks, bisa menyebabkan bersin datang. 

Penelitian itu dilakukan oleh Dr. Mahmood Bhutta, dari rumah sakit John Radcliffe, Inggris. Bhutta menemukan bahwa pikiran seseorang tentang seks, dapat menyebabkannya bersin.

Penelitian ia lakukan dengan cara yang unik, yaitu browsing di internet. Bhutta mengetik keyword bersin dan sex dalam browser komputernya. dan ia menemukan dua kata itu ada di dalam satu forum yang sama.

Ia pun meneliti 17 orang yang ikut serta dalam forum tersebut. Ia menemukan 3 orang dari objek penelitiannya mengaku selalu bersin saat mencapai orgasme. 

Menurut Bhutta yang detikhot kutip dari Foxnews, Rabu (24/12/2008) bersin itu adalah gejala reflek, dan bisa berbeda bagi setiap orang. Saat orgasme, banyak saraf-saraf kita yang ikut terangsang. Misalnya pupil semakin kecil, detak jantung semakin cepat.(kee/eny)

Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and PDF Files